BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) KEC. PANAI HULU KAB. LABUHANBATU - SUMATERA UTARA

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)
Kec. Panai Hulu Kab. Labuhanbatu - Sumatera Utara

Rabu, 15 Mei 2013

KURSUS TANI BUDIDAYA PALAWIJA

Tanjung Sarangelang, 13/05/13.
Palawija merupakan tanaman penghasil kedua setelah tanaman pangan pokok berupa padi, saat ini banyak dibudidayakan petani dan menjadi sarana peningkatan kesejahteraanya.

Di kecamatan Panai Hulu, palawija yang banyak dibudidayakan antara lain Jagung, Kedelai (sering disebut kacang kuning), Ubi Kayu dan Ubi Rambat, serta ada beberapa petani menanam Kacang Hijau sebagai alternatif pemanfaatan lahan setelah panen padi.

Disela-sela kesibukan Bapak-bapak petani dalam upaya membudidayakan palawija, ditaja oleh Kantor Informasi Penyuluhan Pertanian (KIPP) Kabupaten Labuhanbatu, melaksanakan Kursus Budidaya Tanaman Palawija untuk petani di kecamatan Panai Hulu.
Kegiatan ini bertempat di Workshop BPP Kecamatan Panai Hulu, diikuti oleh 25 petani peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing WKPP
se-kecamatan Panai Hulu yang diperioritaskan kepada
petani yang membudidayakan palawija di musim tanam sekarang ini. Materi dalam kursus ini cukup padat tetapi relevan sekali karena dibarengi dengan praktek-praktek yang bermanfaat mulai dari perlakuan benih hingga PUTK yang selama ini tidak pernah dilaksanakan, akibatnya pemberian pupuk terkadang over dosis atau kekurangan tidak sesusi kebutuhan tanaman. Melalui kursus ini petani belajar mengidentifikasi status hara dan berapa rekomendasi pupuk yang diberikan dengan tepat.


"Memang kursus atau pelatihan yang langsung berhubungan dengan kegiatan petani di lapangan sangat kami harapkan, terutama bila di dalamnya ada informasi teknologi baru dan sesuai untuk peningkatan produksi tanaman yang kami budidayakan, jadi kalau bisa setiap komoditi dan teknologi baru ada dibuat kursusnya!" kata Bapak Turimin petani dari desa Cinta Makmur.

Dalam kegiatan kursus ini dipandu oleh Fasilitator yang sudah sukses dalam membudidayakan kedelai dengan bimbingan Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Medan. Oleh karena itu menurut Bapak Gunawan, ST yang mewakili Ka. KIPP "Melalui Kursus-kursus yang dilaksanakan kami mengharapkan berbagai teknologi baru yang diperoleh langsung diterapkan dan kita bisa mengevaluasinya disesuaikan kondisi spesifik lokalita, upaya-upaya peningkatan pengetahuan petani melalui pendidikan Informal ini akan terus kami tingkatkan karena hal ini akan berimbas pada peningkatan kesejahteraan petani"

Pada kesempatan terakhir petani mengharapkan kiranya berbagai peratalan uji tanah, kadar air ataupun alsintan untuk pasca panen bisa dapat dibantu untk pengadaannya oleh instansi terkait.

Semoga harapan akan peningkatan produksi komoditas pertanian di Kecamatan Panai Hulu dapat tercapai demi kesejahteraan kita. Amiin. (YM)





1 komentar:

  1. Lanjutkan Terus, petani sekarang cenderung lebih memilih yang praktis seperti kursus, dari pada pelatihan atau magang yang hasilnya tidak maksimal, mungkin terlalu banyak teori. Terima kasih

    BalasHapus

Kami sangat berterima kasih jika anda memberikan komentar sebelum meninggalkan blog ini!