BALAI PENYULUHAN PERTANIAN (BPP) KEC. PANAI HULU KAB. LABUHANBATU - SUMATERA UTARA

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)
Kec. Panai Hulu Kab. Labuhanbatu - Sumatera Utara

Minggu, 25 Agustus 2013

SUKSESKAN PROGRAM P2BN TAHUN 2013

Untuk  menyukseskan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), menuju surplus 10 juta ton pada tahun 2014 dan secara khusus memenuhi visi pembangunan kabupaten Labuhanbatu yaitu masyarakat yang mandiri dan sejahtera, Dinas Pertaniandan Tanaman Pangan mengadakan sosialisasi Bantuan Benih Bersubsidi Tahun Anggaran 2013 dengan melibatkan seluruh komponen terkait seperti Perwakilan Petani dan Kelompoktani, PPL, Petugas Kecamatan dan lainnya yang dilaksanakan di Hotel Dharma Melati Rantauprapat pada tanggal 23 dan 24 agustus 2013

Sosialisasi ini dibuka oleh Kabid Produksi yang mewakili kepala Dinas Pertanian, dan menyatakan bahwa dengan sosialisasi ini diharapkan tidak ada kesalah pahaman informasi tentang benih yang harus terlebih dahulu dibayar oleh petani, karena program sebelumnya benih diberikan secara gratis. Selain dari itu Kepala Dinas Mengharapkan kiranya petani tetap bersemangat mengelola lahan sawahnya agar tidak dialihfungsikan. Pada kesempatan sosialisasi tersebut juga dibahas mengenai ketersediaan dan perlunya pemupukan yang berimbang serta sarana dan prasarana pendukung lainnya yang disediakan dinas pertanian. 

Sementara itu Kantor Informasi Penyuluhan Pertanian (KIPP) Kabupaten Labuhanbatu yang merupakan salah satu narasumber diwakili oleh Koordinator KJF menyatakan bahwa Penyuluh memegang peranan penting dalam mensukseskan P2BN dimana berbagai permasalahan dilapangan seperti teknologi spesifik lokalita dalam budidaya, pengendalian OPT  hingga pasca panen kesemuanya harus menjadi perhatian penyuluh dan dimusyawahkan dalam rembugtani melalui konsep sekolah lapang, sehingga produksi yang diharapkan dapat tercapai. Selain itu Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) akan menjadi Pos Kordinasi  Simpul serta sumber informasi dalam rangka mensukseskan P2BN sehingga bagi petani yang memiliki permasalahan dan tidak terpecahkan dapat dibawa ke BPP.



Potensi Produksi Padi di Kabupaten Labuhanbatu sendiri terutama Kecamatan di arah pantai masih sangat menjanjikan namun demikian usaha-usaha peningkatan produktivitas melalui berbagai inovasi teknologi harus dilaksanakan secara berkesinambungan, oleh kerana itu kerjasama Petani, Penyuluh dan Pemerintah melalui dinas terkait sangat diperlukan. Melalui benih bersubsidi ini diharapkan petani lebih bersemangat dalam membudidayakan padi sebagai bahan makanan pokok bangsa. *YM

Permentan 67 tentang Pedoman Benih Bersubsidi Tahun 2013  Download Disini

Sabtu, 17 Agustus 2013

NILAI LUHUR PERJUANGAN PARA PAHLAWAN

Tanggal 17 Agustus 1945 adalah hari yang paling bersejarah bagi bangsa Indonesia, kerena pada hari itulah bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Sebuah kemerdekaan yang begitu berharga dan telah diperjuangkan oleh para pahlawan bangsa melalui proses yang panjang. Sekarang kita telah dapat menikmati kemerdekaan yang telah direbut dengan pengorbanan yang luar biasa, sepenuh jiwa dan raga. 

 

"Bangsa Indonesia yang tercinta ini telah genap berusia 68 tahun yang dapat dikategorikan sebagai usia dewasa bagi sebuah negara. Usia yang dianggap cukup untuk membenahi segala bidang guna mewujudkan kehidupan yang sejahtera, adil dan makmur bagi setiap warganya.”

Minggu, 21 Juli 2013

INSPIRASI DARI PAK SERSAN

Salam Pertanian...
Berbagai inspirasi untuk dijadikan pemicu berkobarnya semangat api pengabdian bagi diri dan negeri ini ternyata tidak hanya diperoleh dari cerita kesuksesan seseorang dalam melakukan usahanya, tetapi justru kegagalan dan keterpurukan sang inspiratorlah yang mungkin harus kita dalami, karena ternyata berbagai kesuksesan seseorang tidak jarang didasari dengan 'pondasi' kokoh sebuah mental menghadapi kegagalan. Pertanyaanya siapkah kita mengalami kegagalan? atau mampuhkah kita mempertahankan kesuksesan?.

Saya teringat dengan ungkapan 'AMANO' (belakangan saya tahu kalau itu perangkat absensi) :
A-ku adalah pengawas waktu
M-ukaku memerah darah bila melihat engkau datang terlambat
A-ku tidak akan segan memberi sangsi padamu
N-iatku hanya ingin engkau disiplin
O-rang bilang, kesuksesan berawal dari kedisiplinan

Kamis, 06 Juni 2013

URGENSI PELATIHAN RUTIN BPP

Bp. Suwadi (Dishutbun) saat menyampaikan informasi
Peningkatan pengetahuan penyuluh akan berbegai perkembangan yang terjadi di wilayah binaan mutlak diperlukan, namun demikian menguasainya permasalahan dan mencari solusi terbaik tentu lebih diutamakan. Kemampuan "satu kepala" dalam memecahkan masalah secara one man show perlu diapresiasi, tetapi bekerja secara teamwork akan sangat berguna dan jauh lebih baik dalam mencari soslusi suatu masalah. 

Penyuluh di BPP merupakan bagian dari tim yang harus solid membentuk satu kesatuan kerja yang saling mendukung satu sama lain. Hal ini tercipta salah satunya jika pertemuan rutin berjalan secara baik dengan instrumen yang lengkap. Di forum inilah kita merasakan, memahami dan membantu solusi jika di salah satu wilayah mempuyai permasalahan yang perlu dicarikan solusinya.

Senin, 27 Mei 2013

SOSIALISASI MANGGADONG DAN KRPL

Tanjung Sarangelang, 22/05/13. Dari sisi budaya pangan Indonesia, bahwa makan singkong tidak ada bedanya dengan makanan lain, makan singkong adalah bagian dari budaya pangan yang telah berkembang dalam masyarakat Indonesia. Budaya warisan leluhur yakni makanan singkong bukanlah mengandung sesuatu yang bermakna negatif.

Salah satu budaya pangan lokal adalah Manggadong. Yaitu mendahulukan makan umbi-umbian (terutama ubi jalar/ubi kayu) sebelum makan nasi. Tradisi leluhur sebagai kearifan lokal masyarakat Tapanuli (Sumatera Utara).

Tradisi itu tidak hanya makan umbi-umbian saja tetapi kemudian perlu diperkaya dengan ubi kayu, talas, jagung, pisang dan lain-lain sebelum mengkonsumsi nasi. Tradisi lokal Manggadong ini diharapkan dapat dikembangkan sehingga menjadi budaya nasional. Hal inilah yang disosialisasikan oleh Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Labuhanbatu bekerjasama dengan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Panai Hulu.

Rabu, 15 Mei 2013

KURSUS TANI BUDIDAYA PALAWIJA

Tanjung Sarangelang, 13/05/13.
Palawija merupakan tanaman penghasil kedua setelah tanaman pangan pokok berupa padi, saat ini banyak dibudidayakan petani dan menjadi sarana peningkatan kesejahteraanya.

Di kecamatan Panai Hulu, palawija yang banyak dibudidayakan antara lain Jagung, Kedelai (sering disebut kacang kuning), Ubi Kayu dan Ubi Rambat, serta ada beberapa petani menanam Kacang Hijau sebagai alternatif pemanfaatan lahan setelah panen padi.

Disela-sela kesibukan Bapak-bapak petani dalam upaya membudidayakan palawija, ditaja oleh Kantor Informasi Penyuluhan Pertanian (KIPP) Kabupaten Labuhanbatu, melaksanakan Kursus Budidaya Tanaman Palawija untuk petani di kecamatan Panai Hulu.
Kegiatan ini bertempat di Workshop BPP Kecamatan Panai Hulu, diikuti oleh 25 petani peserta yang merupakan perwakilan dari masing-masing WKPP
se-kecamatan Panai Hulu yang diperioritaskan kepada
petani yang membudidayakan palawija di musim tanam sekarang ini. Materi dalam kursus ini cukup padat tetapi relevan sekali karena dibarengi dengan praktek-praktek yang bermanfaat mulai dari perlakuan benih hingga PUTK yang selama ini tidak pernah dilaksanakan, akibatnya pemberian pupuk terkadang over dosis atau kekurangan tidak sesusi kebutuhan tanaman. Melalui kursus ini petani belajar mengidentifikasi status hara dan berapa rekomendasi pupuk yang diberikan dengan tepat.

Selasa, 30 April 2013

TEMU PENYULUH SE-KABUPATEN LABUHANBATU

Sebagai salah satu kegiatan rutin di awal bulan "Temu Penyuluh" merupakan sarana penting untuk mengkoordinasikan sejauhmana kinerja Penyuluh di Lapangan. Banyak agenda yang sebenarnya perlu dipresentasikan dalam kegiatan ini, baik masalah kegiatan penyuluh, masalah kelembagaan kelompoktani, bahkan sampai administrasi rutin mulai programa sampai laporan bulanan/harian bagi penyuluh.

Pada bulan Mei ini tidak terasa hampir setengah tahun kegiatan penyuluhan pertanian dilaksanakan di masing-masing WKPP, Motivasi tertinggi kami peroleh ketika ada 2 penyuluh yang telah mencapai masa Purna Tugas. Kepada Bapak Turman dan Bapak Rusli Pohan kami mengucapkan selamat purna tugas dan terima kasih atas jasa yang selama ini mengabdi di kabupaten Labuhanbatu akan kami jadikan tauladan keberhasilan bapak membina petani di WKPP binaan. Masih teringat di benak kita bagaimana penyuluh menjadi ujung tombak dalam pencapaian Swasembada Pangan di tahun 80-an yang menurut kami Penyuluh dimasa itu telah memecahkan masalah terpenting dinegeri ini dengan prestasi yang diakui dunia. Lalu bagaimana generasi kami sekarang ini? meski teknologi sudah setinggi langit, masyarakat petani sudah pintar, tapi kami masih tertatih-tatih mencapai sebagaimana yang pendahulu kami sukseskan.

Sabtu, 02 Maret 2013

NASI, TAK ADA GIZINYA?

Yuk sejenak kita merenung, ternyata ada benarnya kalo sebagian kita menyatakan bahwa ketergantungan kita pada bahan pangan pokok berupa beras/nasi hanyalah karena "lapar psikologis", kebiasaan, budaya dan lain sebagainya.Intinya pola fikir kita belum berwawasan kepada kandungan gizi atau vitamin serta kebutuhan tubuh. Pola fikir kita baru sebatas "bagaimana makan biar kenyang". 
Sehingga cukup bagus gagasan menteri pertanian kita "one day no rice", penganeka ragaman pangan, manfaatkan pangan lokal, diversifikasi pangan dan sederet program lainnya guna menekan ketergantungan kita kepada "nasi". Ini salah satu faktanya. Believe or not ? tergantung kita sendiri memahaminya.
NASI memang membuat perut menjadi cepat kenyang. Terlebih, warga Indonesia hampir setiap hari mengonsumsinya. Namun, di balik itu semua, nyatanya nasi tidak ada gizinya.
Seperti dilansir dari buku Healthy Happy Family milik chef cantik Farah Quinn, Senin (21/11/2011), meskipun nasi terbilang alami dan tidak melalui proses kimia namun nilai gizi dari nasi itu sangat kurang.
Nasi putih termasuk refinerd food yang hanya berisi karbohidrat dan tidak berserat sama sekali.
Memang harus diakui karbohidrat putih memberikan energi secara instan tetapi efeknya bisa menghancurkan tubuh manusia karena tubuh kita sangat sulit mencerna refined food.
Selain itu, bila Anda terlalu sering mengonsumsi nasi akan menimbun lemak di dalam tubuh Anda. Oleh karenanya Anda akan menjadi gemuk dan tidak sehat.

DEMPLOT "CABE MERAH" DI BPP PANAI HULU

Assalamu'alaikum, para mitra tani di seluruh tanah air, kembali kami para penyuluh di BPP Kecamatan Panai Hulu mengetengahkan sedikit kegiatan yang mungkin membawa secercah wawasan bagi kita semua, yang kamipun menyadari bahwa ini bukan hal yang terlalu berarti, namun dengan "semangat perbaikan kedepan" tidak ada salahnya kami belajar berbagi dan mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dimasa mendatang.
Halaman depan BPP dimanfaatkan dengan Demplot "Cabe Merah"
"Cabe" Siapa yang tidak kenal pada komoditas yang satu ini. Apalagi bagi kita "orang sumatera" engga makan rasanya kalo engga pake cabe, katanya. Rasa pedasnya mampu meningkatkan selera makan. Banyak kuliner Indonesia pakai cabe sebagai bumbunya dan sangat enak rasanya.
Okelah, kita jangan terlalu panjang ceritain cabe yang sudah familier ini.
Di WKBPP kecamatan Panai Hulu, cabe dibudidayakan petani masih sebatas skala kecil, antara 0,5 s.d 1 ha saja per orang. Sesekali memang ada yang membudidayakan hingga 5 ha secara patungan oleh beberapa orang petani dan pemodal.
Secara ekonomis harga cabe di Panai Hulu relatif stabil dan sangat menguntungkan dengan kisaran harga antara Rp. 20 ribu hingga Rp. 50 ribu per kg. Yang menjadi kendala utama dalam berbudidaya Cabe di Kecamatan Panai Hulu ini adalah ketika tanaman cabe tergenang karena banjir akibat air pasang dari laut / sungai dan curah hujan cukup tinggi. 
Dengan adanya tantangan ini kami coba, melakukan demplot budidaya cabe merah melalui pengaturan berbagai kedalaman air serta beberapa dosis pupuk organik sebagai perlakuannya. Dari hasil demplot ini diharapkan kami bisa mengetahui sejauhmana pengaruh genangan, serta berapa dosis terbaik dari pupuk organik dan pengaruhnya terhadap produksi cabe merah.
Sampai informasi ini kami posting, demplot masih kami panen dan belum tuntas berproduksi semua, jadi tunggu kelanjutannya. Insya Allah. 

Senin, 11 Februari 2013

KENANGAN KEGIATAN BPP PANAI HULU











PERTANIAN DI INDONESIA


         Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikrobia) untuk kepentingan manusia. Dalam arti sempit, pertanian juga diartikan sebagai kegiatan pemanfaatan sebidang lahan untuk membudidayakan jenis tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim.
         Usaha pertanian diberi nama khusus untuk subjek usaha tani tertentu. Kehutanan adalah usaha tani dengan subjek tumbuhan (biasanya pohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar atau liar (hutan). Peternakan menggunakan subjek hewan darat kering (khususnya semua vertebrata kecuali ikan dan amfibia) atau serangga (misalnya lebah). Perikanan memiliki subjek hewan perairan (termasuk amfibia dan semua non-vertebrata air). Suatu usaha pertanian dapat melibatkan berbagai subjek ini bersama-sama dengan alasan efisiensi dan peningkatan keuntungan. Pertimbangan akan kelestarian lingkungan mengakibatkan aspek-aspek konservasi sumber daya alam juga menjadi bagian dalam usaha pertanian.
         Semua usaha pertanian pada dasarnya adalah kegiatan ekonomi sehingga memerlukan dasar-dasar pengetahuan yang sama akan pengelolaan tempat usaha, pemilihan benih/bibit, metode budidaya, pengumpulan hasil, distribusi produk, pengolahan dan pengemasan produk, dan pemasaran. Apabila seorang petani memandang semua aspek ini dengan pertimbangan efisiensi untuk mencapai keuntungan maksimal maka ia melakukan pertanian intensif (intensive farming). Usaha pertanian yang dipandang dengan cara ini dikenal sebagai agribisnis. Program dan kebijakan yang mengarahkan usaha pertanian ke cara pandang demikian dikenal sebagai intensifikasi. Karena pertanian industrial selalu menerapkan pertanian intensif, keduanya sering kali disamakan.
         Sisi yang berseberangan dengan pertanian industrial adalah pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture). Pertanian berkelanjutan, dikenal juga dengan variasinya seperti pertanian organik atau permakultur, memasukkan aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan lokal sebagai faktor penting dalam perhitungan efisiensinya. Akibatnya, pertanian berkelanjutan biasanya memberikan hasil yang lebih rendah daripada pertanian industrial.
Pertanian modern masa kini biasanya menerapkan sebagian komponen dari kedua kutub "ideologi" pertanian yang disebutkan di atas. Selain keduanya, dikenal pula bentuk pertanian ekstensif (pertanian masukan rendah) yang dalam bentuk paling ekstrem dan tradisional akan berbentuk pertanian subsisten, yaitu hanya dilakukan tanpa motif bisnis dan semata hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau komunitasnya.
         Sebagai suatu usaha, pertanian memiliki dua ciri penting: selalu melibatkan barang dalam volume besar dan proses produksi memiliki risiko yang relatif tinggi. Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi. Beberapa bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponika) telah dapat mengurangi ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian.

PERKEMBANGAN SEKTOR PERTANIAN
         Menurut Kuznets, Sektor pertanian mengkontribusikan terhadap pertumbuhan dan pembangunan ekonomi nasional dalam 4 bentuk, yaitu :
a.   Kontribusi Produk contohnya : Penyediaan makanan utk pddk, penyediaan Bahan baku untuk industri manufaktur.
      contohnya , seperti industri tekstil, barang dari kulit, makanan dan minuman.
b.   Kontribusi Pasar contohnya : Pembentukan pasar domestik untuk barang industri dan konsumsi.
c.   Kontribusi Faktor Produksi menyebabkan Penurunan peranan pertanian di pembangunan ekonomi, maka terjadi transfer surplus modal dari sector pertanian ke Sektor lain
d.   Kontribusi Devisa : Pertanian sebagai sumber penting bagi surplus neraca perdagangan (NPI) melalui ekspor produk pertanian dan produk pertanian yang menggantikan produk impor.

SEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA
         Struktur perekonomian Indonesia merupakan topik strategis yang sampai sekarang masih menjadi topik sentral dalam berbagai diskusi di ruang publik. Gagasan mengenai langkah-langkah perekonomian Indonesia menuju era industrialisasi, dengan mempertimbangkan usaha mempersempit jurang ketimpangan sosial dan pemberdayaan daerah, sehingga terjadi pemerataan kesejahteraan kiranya perlu kita evaluasi kembali sesuai dengan konteks kekinian dan tantangan perekonomian Indonesia di era globalisasi.
         Tantangan perekonomian di era globalisasi ini masih sama dengan era sebelumnya, yaitu bagaimana subjek dari perekonomian Indonesia, yaitu penduduk Indonesia sejahtera. Indonesia mempunyai jumlah penduduk yang sangat besar, sekarang ada 235 juta penduduk yang tersebar dari Merauke sampai Sabang. Jumlah penduduk yang besar ini menjadi pertimbangan utama pemerintah pusat dan daerah, sehingga arah perekonomian Indonesia masa itu dibangun untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya.
Berdasarkan pertimbangan ini, maka sektor pertanian menjadi sektor penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Seiring dengan berkembangnya perekonomian bangsa, maka kita mulai mencanangkan masa depan Indonesia menuju era industrialisasi, dengan pertimbangan sektor pertanian kita juga semakin kuat.
Seiring dengan transisi (transformasi) struktural ini sekarang kita menghadapi berbagai permasalahan. Di sektor pertanian kita mengalami permasalahan dalam meningkatkan jumlah produksi pangan, terutama di wilayah tradisional pertanian di Jawa dan luar Jawa. Hal ini karena semakin terbatasnya lahan yang dapat dipakai untuk bertani. Perkembangan penduduk yang semakin besar membuat kebutuhan lahan untuk tempat tinggal dan berbagai sarana pendukung kehidupan masyarakat juga bertambah. Perkembangan industri juga membuat pertanian beririgasi teknis semakin berkurang.
Selain berkurangya lahan beririgasi teknis, tingkat produktivitas pertanian per hektare juga relatif stagnan. Salah satu penyebab dari produktivitas ini adalah karena pasokan air yang mengairi lahan pertanian juga berkurang. Banyak waduk dan embung serta saluran irigasi yang ada perlu diperbaiki. Hutan-hutan tropis yang kita miliki juga semakin berkurang, ditambah lagi dengan siklus cuaca El Nino-La Nina karena pengaruh pemanasan global semakin mengurangi pasokan air yang dialirkan dari pegunungan ke lahan pertanian.
Sesuai dengan permasalahan aktual yang kita hadapi masa kini, kita akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan pangan di dalam negeri. Di kemudian hari kita mungkin saja akan semakin bergantung dengan impor pangan dari luar negeri. Impor memang dapat menjadi alternatif solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan kita, terutama karena semakin murahnya produk pertanian, seperti beras yang diproduksi oleh Vietnam dan Thailand. Namun, kita juga perlu mencermati bagaimana arah ke depan struktur perekonomian Indonesia, dan bagaimana struktur tenaga kerja yang akan terbentuk berdasarkan arah masa depan struktur perekonomian Indonesia.
         Struktur tenaga kerja kita sekarang masih didominasi oleh sektor pertanian sekitar 42,76 persen (BPS 2009), selanjutnya sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 20.05 persen, dan industri pengolahan 12,29 persen. Pertumbuhan tenaga kerja dari 1998 sampai 2008 untuk sektor pertanian 0.29 persen, perdagangan, hotel dan restoran sebesar 1,36 persen, dan industri pengolahan 1,6 persen.
         Sedangkan pertumbuhan besar untuk tenaga kerja ada di sektor keuangan, asuransi, perumahan dan jasa sebesar 3,62 persen, sektor kemasyarakatan, sosial dan jasa pribadi 2,88 persen dan konstruksi 2,74 persen. Berdasarkan data ini, sektor pertanian memang hanya memiliki pertumbuhan yang kecil, namun jumlah orang yang bekerja di sektor itu masih jauh lebih banyak dibandingkan dengan sektor keuangan, asuransi, perumahan dan jasa yang pertumbuhannya paling tinggi.
          Data ini juga menunjukkan peran penting dari sektor pertanian sebagai sektor tempat mayoritas tenaga kerja Indonesia memperoleh penghasilan untuk hidup. Sesuai dengan permasalahan di sektor pertanian yang sudah disampaikan di atas, maka kita mempunyai dua strategi yang dapat dilaksanakan untuk pembukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia di masa depan.
Strategi pertama adalah melakukan revitalisasi berbagai sarana pendukung sektor pertanian, dan pembukaan lahan baru sebagai tempat yang dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat Indonesia. Keberpihakan bagi sektor pertanian, seperti ketersediaan pupuk dan sumber daya yang memberikan konsultasi bagi petani dalam meningkatkan produktivitasnya, perlu dioptimalkan kinerjanya. Keberpihakan ini adalah insentif bagi petani untuk tetap mempertahankan usahanya dalam pertanian. Karena tanpa keberpihakan ini akan semakin banyak tenaga kerja dan lahan yang akan beralih ke sektor-sektor lain yang insentifnya lebih menarik.
          Strategi kedua adalah dengan mempersiapkan sarana dan prasarana pendukung bagi sektor lain yang akan menyerap pertumbuhan tenaga kerja Indonesia. Sektor ini juga merupakan sektor yang jumlah tenaga kerjanya banyak, yaitu sektor perdagangan, hotel, dan restoran serta industri pengolahan. Sarana pendukung seperti jalan, pelabuhan, listrik adalah sarana utama yang dapat mengakselerasi pertumbuhan di sektor ini.
         

PROGRAM PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN
         Program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan dan keberlanjutan ketahanan pangan sampai ke tingkat rumah tangga sebagai bagian dari ketahanan nasional. Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini meliputi :
1.   Pengamanan ketersediaan pangan dari produksi dalam negeri, antara lain melalui pengamanan lahan sawah di daerah irigasi, peningkatan mutu intensifikasi, serta optimalisasi dan perluasan areal pertanian;
2.   Peningkatan distribusi pangan, melalui penguatan kapasitas kelembagaan pangan dan peningkatan infrastruktur perdesaan yang mendukung sistem distribusi pangan, untuk menjamin keterjangkauan masyarakat atas pangan;
3.   Peningkatan pasca panen dan pengolahan hasil, melalui optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian untuk pasca panen dan pengolahan hasil, serta pengembangan dan pemanfaatan teknologi pertanian untuk menurunkan kehilangan hasil (looses);
4.   Diversifikasi pangan, melalui peningkatan ketersediaan pangan hewani, buah dan sayuran, perekayasaan sosial terhadap pola konsumsi masyarakat menuju pola pangan dengan mutu yang semakin meningkat, dan peningkatan minat dan kemudahan konsumsi pangan alternatif/pangan lokal; dan
5.   Pencegahan dan penanggulangan masalah pangan, melalui peningkatan bantuan pangan kepada keluarga miskin/rawan pangan, peningkatan pengawasan mutu dan kemanan pangan, dan pengembangan sistem antisipasi dini terhadap kerawanan pangan.

PROGRAM PENGEMBANGAN AGRIBINIS
         Program ini bertujuan untuk memfasilitasi berkembangnya usaha agribisnis yang mencakup usaha di bidang agribisnis hulu, on farm, hilir dan usaha jasa pendukungnya. Kegiatan pokok yang akan dilakukan dalam program ini meliputi:
1.   Pengembangan diversifikasi usahatani, melalui pengembangan usahatani dengan komoditas bernilai tinggi dan pengembangan kegiatan off-farm untuk meningkatkan pendapatan dan nilai tambah;
2.   Peningkatan nilai tambah produk pertanian dan perikanan melalui peningkatan penanganan pasca panen, mutu, pengolahan hasil dan pemasaran dan pengembangan agroindustri di perdesaan;
3.   Pengembangan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian dan perdesaan, melalui perbaikan jaringan irigasi dan jalan usahatani, serta infrastruktur perdesaan lainnya;
4.   Peningkatan akses terhadap sumberdaya produktif, terutama permodalan;
5.   Pengurangan hambatan perdagangan antar wilayah dan perlindungan dari sistem perdagangan dunia yang tidak adil;
6.   Peningkatan iptek pertanian dan pengembangan riset pertanian melalui pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat dan spesifik lokasi yang ramah lingkungan; dan
7.   Pengembangan lembaga keuangan perdesaan dan sistem pendanaan yang layak bagi usaha pertanian, antara lain melalui pengembangan dan penguatan lembaga keuangan mikro/perdesaan, insentif permodalan dan pengembangan pola-pola pembiayaan yang layak dan sesuai bagi usaha pertanian.

PROGRAM PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PETANI
          Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing masyarakat pertanian, terutama petani yang tidak dapat menjangkau akses terhadap sumberdaya usaha pertanian. Kegiatan pokok yang akan dilakukan dalam program ini adalah:
1.   Revitalisasi sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan yang secara intensif perlu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah baik propinsi maupun kabupaten;
2.   Penumbuhan dan penguatan lembaga pertanian dan perdesaan untuk meningkatkan posisi tawar petani dan nelayan;
3.   Penyederhanaan mekanisme dukungan kepada petani dan pengurangan hambatan usaha pertanian;
4.   Pendidikan dan pelatihan sumberdaya manusia pertanian (a.l. petani, nelayan, penyuluh dan aparat pembina);
5.   Perlindungan terhadap petani dari persaingan usaha yang tidak sehat dan perdagangan yang tidak adil; dan
6.   Pengembangan upaya pengentasan kemiskinan.

KESIMPULAN
Kondisi yang terjadi di Indonesia , saat ini yaitu :
1.       Kemampuan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan kita sendiri, relatif telah dan sedang menurun dengan sangat besar.
2.       Pada waktu ini Indonesia berada dalam keadaan "Rawan Pangan" bukan karena tidak adanya pangan, tetapi karena pangan untuk rakyat Indonesia sudah tergantung dari Supply Luar Negeri, dan ketergantungannya semakin besar.
3.       Pasar pangan amat besar yang kita miliki diincar oleh produsen pangan luar negeri yang tidak menginginkan Indonesia memiliki kemandirian di bidang pangan.

Saran untuk meningkatkan Sektor Pertanian di Indonesia, diantaranya :
1.       Negara perlu merumuskan politik dan kebijakan paertanian yang jelas.
2.       Meminimalisir dan menghentikan praktek konversi lahan pertanian produktif dan dilakukan reforma agraria.
3.       Meningkatkan luas lahan pertanian oleh petani.
4.       Mengoptimalkan lahan tidur yang di kuasai oleh negara untuk kegiatan pertanian produktif.
5.       Meningkatkan nilai tukar petani
6.       Membangun Agro-Industri berbasis masyarakat di tingkat perdesaan.
7.       Membuat regulasi mengenai upah buruh tani.
8.       Peningkatkan teknologi pertanian tepat guna.


Dari Berbagai Sumber:
www.google.com, www.wikipedia.org, www.blogspot.com.

Minggu, 10 Februari 2013

BPP PANAI HULU "SEMANGAT PERBAIKAN"


Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, merekontruksi kembali jiwa kepenyuluhan dengan harapan momen revitalisasi SP3K yang sedang bergulir ini dapat melahirkan kebangkitan penyuluh yang berkompeten dan berdedikasi tinggi sebagaimana diharapkan masyarakat petani.

Diawali dengan merumuskan visi dan misi yang jelas BPP Panai Hulu bertekad menata kembali fungsi-fungsi penyuluh pertanian di masyarakat petani sehingga kehadirannya menjadi obat mujarab dalam meningkatkan produktivitas usahanya.

Mempunyai 6 WKPP yaitu Tanjung Sarang Elang, Sei Jawi-jawi, Cinta Makmur, Meranti Paham, Teluk Sentosa dan Sei Sentosa, saat ini BPP Panai Hulu melaksanakan berbagai kegiatan pembinaan baik kepada penyuluh, poktan dan gapoktan, pelaku usaha serta masyarakat lainnya dibidang pertanian dengan komoditas unggulan padi sawah (tadah hujan) serta tanaman kelapa sawit.

Diakui bukanlah hal mudah mewujudkan sistem penyuluhan pertanian seperti yang diharapkan, tetapi kami meyakini, kedepan seiring peningkatan penduduk dan kemajuan teknologi penyuluh akan mempunyai tempat tersendiri di hati masyarakat petani yang tidak bisa tergantikan perannya dalam upaya peningkatan kesejahteraannya. Amin