![]() |
| Bp. Suwadi (Dishutbun) saat menyampaikan informasi |
Penyuluh di BPP merupakan bagian dari tim yang harus solid membentuk satu kesatuan kerja yang saling mendukung satu sama lain. Hal ini tercipta salah satunya jika pertemuan rutin berjalan secara baik dengan instrumen yang lengkap. Di forum inilah kita merasakan, memahami dan membantu solusi jika di salah satu wilayah mempuyai permasalahan yang perlu dicarikan solusinya.
Ada yang sedikit berbeda pada Latihan Penyuluhan rutin di BPP kali ini, yang biasa dihadiri oleh Tim KIPP Kabupaten Labuhanbatu, namun hari Rabu, (05/06/13) ini kami dikunjungi KCD Wilayah Pantai Dinas Kehutanan Perkebunan Kab. Labuhanbatu Bapak Suwadi yang sebenarnya sudah kesekian kalinya beliau mengunjungi BPP untuk menyampaikan berbagai informasi sebagaimana tupoksinya.
Beberapa hal yang disampaikannya antara lain kewaspadaan petani yang perlu ditingkatkan dalam upaya mengantisipasi adanya serangan hama ulat api (Setora nitens) dan penggerek buah (Tirathaba mundella) pada komoditas tanaman kelapa sawit. Hama-hama ini disinyalir akan berkembang disaat kondisi cuaca panas dan hujan yang bergantian seperti bulan-bulan juni hingga september nanti. Selain itu juga ada informasi tentang masa reses anggota DPRD Labuhanbatu yang menghendaki hadirnya insan pertanian.
![]() |
| Suasana Saat Pelatihan Penyluhan Rutin di BPP |
Sementara sesuai jadwal Presentasi Teknologi disampaikan oleh PPL WKPP Teluk Sentosa 'Hariani' dengan topik umum tentang Tanaman Pangan memaparkan teknik Penghematan Air pada tanaman padi, yang tingkat lanjut pemanfaatan teknologi ini dapat diaplikasikan untuk budidaya padi di polybag sebagai alternatif bududaya di lahan sempit.
Pada kesempatan terakhir koordinator BPP menyampaikan berbagai informasi diantaranya Tugas-tugas Penyuluh pendamping Gapoktan penerima dana PUAP, Upaya dan Trik untuk pengumpulan angka kredit bagi yang menghendakinya serta identifikasi inventaris barang yang ada di BPP terutama yang berhubungan dengan program FEATI.
Berkenaan dengan kegiatan penyuluhan beberapa pemikiran untuk melaksanakan Studi Petani perlu mendapat perhatian dengan alasan Petani akan lebih menguasai permasalahan dengan berbuat secara langsung di lahan usahataninya, petani akan mandiri mencari alternatif teknologi dan mengatasi masalah secara cermat, namun cara petani melakukan research tentu berbeda dengan cara akademis sebagaimana di pendidikan formal, mereka tentunya tidak bisa dihadapkan dengan "perancangan percobaan, analisa sidik ragam atau berbagai seluk beluk analisa data dan angka statistika".
Mereka akan secara mandiri membandingkan berbagai percobaan yang dilakukan secara alami, dengan bimbingan PPL sedikit-demi sedikit "diajari" bagaimana mendata hasil percobaan, jika sudah mendapat kesimpulan hal ini bisa diseminarkan untuk tingkat kecamatan bahkan kabupaten atau provinsi. "menarik bukan?" oleh karena itu 'Studi Petani' saat ini perlu dilaksanakan, pertanyaannya dapatkah dilaksanakan tanpa dorongan bantuan pendanaan? mengingat dalam 'studi petani' diperlukan saprodi, materi bahkan sekolah lapang yang memadai. PR bagi kita. (YM)


Ide bagus tuh bisa memacu petani berlomba dan meningkatkan kemampuan belajar, makasih infonya
BalasHapus