Yuk sejenak kita merenung, ternyata ada benarnya kalo sebagian kita menyatakan bahwa ketergantungan kita pada bahan pangan pokok berupa beras/nasi hanyalah karena "lapar psikologis", kebiasaan, budaya dan lain sebagainya.Intinya pola fikir kita belum berwawasan kepada kandungan gizi atau vitamin serta kebutuhan tubuh. Pola fikir kita baru sebatas "bagaimana makan biar kenyang".
Sehingga cukup bagus gagasan menteri pertanian kita "one day no rice", penganeka ragaman pangan, manfaatkan pangan lokal, diversifikasi pangan dan sederet program lainnya guna menekan ketergantungan kita kepada "nasi". Ini salah satu faktanya. Believe or not ? tergantung kita sendiri memahaminya.
NASI memang membuat perut menjadi cepat kenyang.
Terlebih, warga Indonesia hampir setiap hari mengonsumsinya. Namun, di
balik itu semua, nyatanya nasi tidak ada gizinya.
Seperti dilansir dari buku Healthy Happy Family milik chef
cantik Farah Quinn, Senin (21/11/2011), meskipun nasi terbilang alami
dan tidak melalui proses kimia namun nilai gizi dari nasi itu sangat
kurang.
Nasi putih termasuk refinerd food yang hanya berisi karbohidrat dan tidak berserat sama sekali.
Memang harus diakui karbohidrat putih memberikan energi secara instan
tetapi efeknya bisa menghancurkan tubuh manusia karena tubuh kita
sangat sulit mencerna refined food.
Selain itu, bila Anda terlalu sering mengonsumsi nasi akan menimbun
lemak di dalam tubuh Anda. Oleh karenanya Anda akan menjadi gemuk dan
tidak sehat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kami sangat berterima kasih jika anda memberikan komentar sebelum meninggalkan blog ini!